Ada Apa dengan Stunting?

Stunting merupakan kondisi dimana tinggi badan anak tidak sesuai dengan tinggi badan anak seusianya, dalam hal ini ialah lebih pendek dari seusianya sehingga sering disebut kerdil. Penyebab utama stunting ialah kekurangan asupan nutrisi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK). 1000 HPK ini dimulai pada saat pertama kali janin terbentuk (pada saat kehamilan 9 bulan/ ±270 hari) serta saat bayi lahir hingga usia 2 tahun (±730 hari).

Mengapa stunting itu penting? Karena banyak sekali dampak yang ditimbulkan oleh stunting, baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang. Salah satu dampak stunting dalam jangka pendek ialah anak menjadi mudah sakit dikarnakan fungsi tubuh tidak optimal(terganggu). Sedangkan dalam jangka panjang, stunting dapat menyebabkan obesitas ketika dewasa, kemampuan kognitif (IQ) anak rendah.

Lalu gimana cara mencegah agar tidak terjadi stunting? Berikut 10 cara pencegahan stunting:

  1. Pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil

Stunting dapat disebabkan karena Ibu KEK (kurang energi kronis). KEK ialah kondisi dimana ibu kurang asupan makan terutama sumber energi seperti sumber karbohidrat (makanan pokok), dan protein (lauk pauk). Ibu hamil harus memenuhi asupan untuk 2 orang, dirinya dan anak yang dikandungnya, sehingga sangat rawan terjadi KEK pada ibu hamil, maka  perlu tambahan makanan untuk mencegahnya.

  1. Pemberian tablet tambah darah pada ibu hamil

Ibu hamil rentan terkena anemia dikarenakan penambahan kebutuhan zat besi untuk ibu sendiri ataupun untuk anak yang dikandungnya (pembentukan organ-organ tubuh bayi). Sehingga makan makanan yang mengandung zat besi saja kurang, untuk mengatasinya maka ibu hamil diberikan tablet tambah darah.

  1. Persalinan pada dokter atau bidan ahli

Banyak kasus ibu setelah melahirkan terkena infeksi yang disebabkan karena persalinan kurang tepat sehingga dapat berpengaruh juga terhadap kesehatan anak. Untuk mengantisipasinya maka persalinan dilakukan pada dokter atau bidan yang ahli dibidangnya agar keamanan persalinan lebih terjamin.

  1. Pemenuhan gizi pada ibu dan anak

Pentingnya hal ini dikarnakan penyebab utama stunting adalah kurangnya asupan nutrisi pada 1000 HPK, sehingga untuk mengantisipasinya maka pemenuhan gizi sesuai dengan kebutuhan ibu dan anak harus diperhatikan. Asupan makan ibu selama hamil ditambah dari porsi biasanya sedangkan bayi 0-6 bulan hanya diberikan ASI saja, setelah itu diberikan makanan pendamping ASI diberikan sesuai dengan usia bayi.

  1. Inisiasi menyusui dini (IMD)

Hal ini dikarnakan pada 3 hari pertama setelah kelahiran bayi, ASI mengandung colostrum yang mengandung zat yang dapat meningkatkan sistem imun tubuh bayi sehingga bayi tidak mudah terserang penyakit, selain itu IMD juga dapat membantu bonding / memperdekat hubungan antara ibu dengan anak karena menyusui.

  1. ASI ekslusif selama 6 bulan

ASI merupakan makanan dengan kandungan gizi paling lengkap dan sesuai dengan kebutuhan bayi usia 0-6 bulan. Pemberian ASI saja pada usia tersebut sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi asalkan diberikan dengan tepat (pemberian sesering mungkin). Dengan ASI ekslusif selama 6 bulan maka bayi akan terhindar dari resiko kurang asupan zat gizi.

  1. MP-ASI untuk bayi di atas 6 bulan

Setelah bayi berusia 6 bulan, pemberian ASI saja tidak cukup dalam memenuhi kebutuhan bayi, sehingga diperlukan makanan pendamping ASI (MP-ASI). tekstur MP-ASI diberikan sesuai dengan usia pertumbuhan bayi. Pada usia 6-8 bulan diberikan MP-ASI dengan tekstur lumat/ makanan saring, usia 9-12 bulan diberikan MP-ASI dengan tekstur lembik/lunak, sedangkan usia 12 bulan ke atas bayi sudah dapat diberikan makanan keluarga.

  1. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)

Dengan menerapkan PHBS maka dapat meminimalkan dari terpaparnya infeksi sehingga anak menjadi jarang sakit. PHBS Rumah Tangga seperti, menggunakan jamban sehat, tidak merokok, cuci tangan pakai sabun, dsb.

  1. Imunisasi dasar lengkap dan vitamin A

Imunisasi dapat meningkatkan sistem imun tubuh anak dan juga dapat menghindarkan anak dari berbagai penyakit. Selain itu vitamin A sangat berperan penting dalam kesehatan mata, kekebalan tubuh, dan pertumbuhan tulang.

  1. Pantau pertumbuhan balita

Dengan aktif datang ke posyandu, maka pertumbuhan balita akan terpantau, sehingga jika terjadi penyimpangan pada pertumbuhan balita hal ini dapat segera di tangani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *