Profil Brondby Calon Lawan Egy Maulana di Europa League  

Bintang muda Timnas Indonesia, Egy Maulana Vikri berpeluang melakoni debut di Europa League. Peluang ini tercipta ketika Lechia Gdansk memasukkan nama Egy ke dalam 26 pemain yang akan dibawa melawan Brondby.

Lechia Gdansk dijadwalkan akan menghadapi klub asal Denmark, Brondby pada babak kedua Kualifikasi Europa League, Jumat (26/7) dini hari WIB. Pada fase ini, kedua tim akan bermain dalam dua leg.

Pada leg pertama, Lechia Gdansk akan lebih dulu menjamu Brondby di Stadion Energa. Lalu di leg kedua giliran mereka bertandang ke Denmark untuk bermain di Brondy Stadium.

Lantas siapakah Brondby calon lawan yang akan dihadapi Egy Maulana dkk di babak kedua Kualifikasi Europa League nanti?

Brondby merupakan klub asal Denmark yang berdiri 54 tahun lalu. Sebagai salah satu klub tua di Denmark, Brondby memiliki sejarah yang sangat apik.

Total 10 trofi Liga Denmark berhasil diraih tim berjulukkan Drengene Fra Vestegnen. Sayangnya trofi juara Liga Denmark berhasil terakhir direngkuh pada musim 2004-2005. Itu berarti sudah sekitar 13 tahun lamanya, Brondby tak lagi menjadi kampiun di Denmark.

Prestasi terbaik Brondby yakni menjadi runner-up Liga Denmark dalam dua musim terakhir yakni 2016-2017 dan 2017-2018.

Kendati sulit meraih trofi juara Liga Denmark, bukan berarti Brondby tanpa prestasi. Pada musim lalu, mereka berhasil mengangkat trofi Piala Denmark usai menumbangkan Silkeborg dengan skor akhir 3-1 di Stadion Parken, Copenhagen.

Banyak Bintang yang Dilahirkan

Sebagai salah satu klub besar di Denmark, Brondby ternyata berhasil menelurkan pemain-pemain tenar. Bahkan tak sedikit pula pemain jebolan Brondby bisa membuat prestasi di sepak bola dunia.

Pada era 80-an dan 90-an, Brondby berhasil mengorbitkan nama gelandang Michael Laudrup dan Peter Schemichel. Kedua pemain itu sukses mengundang decak kagum dunia sepak bola berkat aksinya di lapangan.

Laudrup membela Brondby pada 1982-1983. Selama berseragam Brondby dia mengemas 34 laga dan mencetak 24 gol. Sayangnya tak ada trofi yang dipersembahkan Laudrup untuk Brondby.

Laudrup akhirnya hengkang ke luar negeri dan membela klub-klub besar Eropa seperti Lazio, Juventus, Barcelona hingga Real Madrid. Karier puncak Laudurup terjadi ketika dia membela Blaugrana dan mendapatkan total 9 piala.

Sementara itu Brondby juga pernah diperkuat salah satu kiper terbaik di dunia Peter Schmeichel. Penjaga gawang bertubuh jangkung itu memperkuat Brondby pada musim 1987-91. Total 119 penampilan berhasil dicatatkan Schmeichel.

Berbeda dengan Laudrup, Schmeichel sukses mengantarkan Brondby tiga kali juara Divisi 1 Denmark, Piala Super Liga dan Piala Denmark. Schemichel pun akhirnya memutuskan hengkang dan bergabung dengan Manchester United.

Seperti sudah tradisi, Brondby kembali melahirkan pemain bintang pada periode 2000-an. Kali ini pemain berposisi bek tengah, Daniel Agger. Berbeda dengan dua pendahulunya, Agger merupakan pemain asli jebolan akademi Brondby.

Ya, Agger meniti karier di akademi Brondby pada tahun 1996 hingga 2004. Dia akhirnya mendapatkan kesempatan main di tim utama pada tahun 2004. Total dua musim Agger membela Brondby.

Walau singkat capaian Agger di Brondby sangat menawan. Trofi Piala Super Denmark dan Piala Denmark berhasil dipersembahkan Agger. Namun karier puncak Agger baru bisa diraih saat dia dijual ke Liverpool dan bermain selama 12 tahun di sana.

Uniknya pada penghujung karier, Agger memutuskan kembali ke Brondby dari Liverpool pada tahun 2014. Total 43 pertandingan dan dua gol berhasil dicatatkan Agger pasca kembali ke klub yang telah membesarkan namanya.

Tantangan Egy Maulana Taklukkan Brondby

Berdasarkan cerita di atas, Brondby tentu akan menjadi ujian berat buat Lechia Gdansk dan Egy Maulana. Sebab, selain memiliki sejarah apik di domestik, Brondby juga memiliki kualitas bermain berkelas.

Meski begitu, ini jadi kesempatan buat Egy mengenyam pengalaman bisa bersaing di turnamen sekelas Europa League. Apalagi, belakangan pelatih Lechia Gdansk, Piotr Stokowiec mulai memercayai kemampuan Egy untuk bisa bersaing di tim utama.

Hal itu dibuktikan saat Egy diturunkan di masa injury time ketika Lechia Gdansk menumbangkan Piast Gliwice di Stadion Miejski W Gliwicach dengan skor 3-1 sekaligus menjuarai Piala Super Polandia.

Teranyar, Egy juga kembali masuk dalam susunan pemain cadangan Lechia Gdansk saat melakoni pekan perdana Liga Ekstraklaksa melawan LKS Lods. Sayang pada laga yang berkesudahan imbang tanpa gol, Egy tak mendapatkan kesempatan bermain.

Nantinya, pemenang pada laga ini sudah ditunggu tim asal Portugal, Sporting Braga pada babak ketiga Kualifikasi Europa League. Akankah Egy Maulana tampil? Menarik ditunggu!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *