Sunnah-sunnah Dalam Mengerjakan Shalat

Setelah kita paham mengenai perkara-perkara shalat yaitu rukun shalat, wajib-wajib sahalt maka selanjutnya yang perlu kita pelajari adalah sunnah-sunnah shalat. Perkara sunnah dalam mengerjakan shalat ini tidak menjadi bagian dari rukun dan wajib shalat, jadi jika tidak dikerjakan shalat kita tetap sah. Tapi sebagai umat Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, kita jangan sampai meremehkan perkara-perkara sunnah. Kita harus senantiasa mengerjakan amalan-amalan sunnah sebagai ungkapan rasa cinta dan rindu kepada Nabi kita. Sebagai umat Islam kita harus bisa berusaha mengamalkan perkara-perkara sunnah dan jangan sampai meninggalkannya karena merasa tidak suka dan tidak senang. Karena jika kita meninggalkan perkara sunnah karena tidak senang maka mendapatkan ancaman dari Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam. Tapi jika tidak mengerjakan sunnah karena tidak sempat, atau capek dan bukan karena benci maka tidak masalah.

Dilansir dari IslamExplored.org, ada beberapa sunnah-sunnah shalat yang bisa kita kerjakan selama beribadah. Pertama ada sunnah qauliyah atau dalam bentuk ucapan, sunnah ini seperti pada doa iftitah, membaca doa rukuk lebih dari satu kali, mengucapkan doa lain selain doa rabbana walakal hamdu, membaca doa sujud lebih dari satu kali dan membaca doa duduk diantara dua sujud selain rabbighfirli. Yang kedua ada sunnah fi’iliyah atau sunnah dalam bentuk perbuatan atau gerakan shalat. Sunnah fi’iliyah ini seperti mengangkat kedua tangan saat takbiratul ihram, saat akan rukuk, bangkit dari rukuk, berdiri setelah rakaat kedua, sunnah menggerakkan jari saat tasyahud dan masih banyak sunnah-sunnah lain yang bisa kita kerjakan selama beribadah shalat kepada Allah.

Walaupun bukan menjadi perkara yang wajib atau juga rukun dalam shalat, tapi perkara-perkara sunnah memiliki kedudukan yang cukup besar dalam hal ibadah kepada Allah. Mengerjakan perkara-perkara sunnah akan membantu shalat seseorang menjadi sempurna dan juga mendapatkan pahala karena telah mengerjakan sesuatu yang juga dikerjakkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam. Sehingga tidak ada salahnya kita mengamalkan sunnah-sunnah yang sudah diajarkan karena memiliki keutamaan tersendiri dibandingkan tidak mengerjakan sunnah sama sekali. (sumber : IslamExplored.org)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *